Sabtu, 12 November 2016

Merawat kecantikan wanita

Merawat kecantikan wanita seperti sudah menjadi kewajiban bagi sebagian besar kaum hawa. Pasalnya, kecantikan dapat mencerminkan bagaimana kita peduli dengan kebersihan dan kesehatan tubuh kita.

Untuk menjaga atau merawat kecantikan wanita tidak hanya dilakukan pada pagi hari, tapi juga perlu dilakukan pada malam hari sebelum tidur. Hal ini dikarenakan setelah seharian wajah dan tubuh terpapar oleh matahari dan polusi, tubuh perlu kembali diberi nutrisi dan dirawat dengan baik. Hilangkan rasa malas dan mulailah rajin merawat diri Anda dengan melakukan beberapa tips merawat kecantikan wanita berikut ini.

tips merawat kecantikan wanita sebelum tidur

Tips 1: Awali dengan Membersihkan Wajah
Setelah beraktivitas seharian, tidak ada salahnya menyempatkan waktu untuk membersihkan wajah dan melakukan beberapa perawatan. Bersihkan wajah Anda dengan menggunakan pembersih wajah berbahan lembut. Untuk membersihkan sisa kosmetik, disarankan menggunakan pembersih kosmetik dengan berbahan dasar minyak. Hal ini dimaksudkan agar maskara dan eyeliner yang tahan air akan lebih mudah dibersihkan tanpa melukai kulit.
Namun untuk pemilik kulit berminyak, disarankan untuk menghindari pembersih dengan berbahan dasar minyak. Jika tetap memakainya, disarankan hanya pada bagian mata saja untuk membersihkan kosmetik yang sulit dihilangkan. Sedangkan untuk kulit wajah kering, disarankan untuk hindari pembersih berbahan dasar alkohol.

Anda juga tidak perlu mengosok-gosok kencang wajah karena dapat memengaruhi strukturnya. Sisa kosmetik, debu, dan polusi bisa menumpuk ketika kita malas untuk membersihkan wajah. Akibatnya, pori-pori melebar dan jerawat pun bisa bermunculan.

Tips 2: Berikan Kulit Nutrisi yang Cukup
Setelah membersihkan wajah, menggunakan beberapa jenis krim perawatan juga perlu dilakukan agar kulit Anda tetap ternutrisi dengan baik. Misalnya menggunakan serum yang mengandung vitamin E, A, C, atau K yang dapat membantu dalam mengurangi bintik hitam dan dapat memperbaiki kulit Anda.
Selain itu, gunakan krim yang mengandung kolagen. Kulit yang mengalami kekurangan atau kerusakan kolagen dapat menyebabkan merenggangnya pori-pori, serta timbulnya kerutan. Anda juga bisa menggunakan krim yang mengandung vitamin A untuk memicu produksi kolagen wajah Anda.


Cara Membuat Es Krim Enak dan Lezat





Resep & Cara Membuat Es Krim Simpel
Bahan – bahannya antara lain :

2 buah kaleng susu kentak manis (skm) putih
4 buah kaleng susu putih cair
2 sdm tepung maizena
2 butir telur ayam (putihnya saja)
1 sdt vanili bubuk
Gula pasir secukupnya
Air secukupnya
Cara Membuat es krim mudah :

Langkah pertama, campurkan semua bahan susu dan air. Aduk hingga adonan rata sambil dipanaskan dengan api yang kecil.
Selanjutnya campur tepung maizena dengan sedikit air, lalu aduk. Setelah itu, masukkan tepung maizena yang sudah cair tadi dengan adonan pertama.
Aduk adonan tersebut hingga rata. Kemudian angkat adonan tersebut (tetap berada di atas api), campur dengan vanili, gula pasir dan putih telur, lalu aduk adonan tersebut hingga bewarna putih.
Rebus adonan hingga mendidih sambil diaduk terus.
Selalu perhatikan keadaan api (dalam keadaan yang kecil).
Setelah itu, angkat adonan dari atas api dan jangan lupa untuk terus mengaduk adonan hingga dingin, untuk menghindari adonan menjadi gumpal. Jika adonan tela dingin, maka segera mungkin masukkan ke freezer.
Jika teksture adonan sudah beku, anda dapat mempercantik atau mengkombinasikan es krim dengan menambah topping atau campuran ke dalam es krim seperti leci, choco chips, strowberry, kiwi, mangga, pisang, saus cokelat dan lain – lain sesuai dengan selera anda.
Es krim simple pun siap untuk disajikan.
Itulah resep dan cara membuat es krim dengan simpel tanpa menggunakan pengawet. Semoga resep ini bermanfaat bagi anda dan selamat menikmati es krim buatan anda sendiri bersama orang-orang tersayang,

Bahaya minum air berlebihan




Minum 8 gelas air putih atau sekitar 1 liter per hari sangat dianjurkan. Untuk mencegah dehidrasi dan menjaga tubuh tetap sehat. Namun, sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa terlalu banyak minum air juga tidak baik untuk kesehatan.

Air adalah obat alami untuk kesehatan. Selain dapat diminum langsung, air sering dijadikan campuran untuk membuat jus. Air banyak dijual dalam kemasan galon ataupun botol. Jika dikonsumsi sesuai anjuran tidak berbahaya. Namun sebaliknya jika terlalu banyak minum air bisa berakibat buruk untuk tubuh.

Saat haus tidak dianjurkan untuk minum berlebihan. Banyak minum air juga akan meningkatkan tekanan darah yang mengalir ke ginjal. Sistem peredaran darah juga akan rusak karena terlalu banyak menyaring air yang keluar.

Kelebihan konsumsi air atau overhydration bisa menimbulkan kematian. Cairan tubuh akan mengencer dan mengakibatkan jumlah natrium dalam tubuh menjadi berkurang, dan sel-sel dalam tubuh akan membengkak. Termasuk sel-sel otak yang dapat menyebabkan hilangnya kesadaran, kejang bahkan dapat menjadi koma dan meninggal.

Meskipun demikian, dehidrasi juga harus dicegah. Berkeringat akan mengeluarkan banyak cairan tubuh. Untuk membantu agar cairan tubuh tidak berkurang bisa minum air mineral sesuai dari yang dianjurkan.

Seperti atlet pelari maraton yang banyak mengeluarkan keringat dianjurkan untuk tidak berlebihan minum air. Sebanyak 1600 kasus yang tercatat di seluruh dunia, saat merasa dehidrasi, bisa saja mereka akan minum air secara berlebihan yang berakibat buruk untuk tubuh mereka.

The International Marathon Medical Directors Association, mendukung aksi ini, saat haus jangan minum berlebihan. Konsumsi air yang dianjurkan sekitar 0,03 liter per kg berat badan, jadi untuk orang yang bobot tubuhnya sekitar 100 kg maksimal minum air sekitar 3 liter perhari.

Meskipun demikian anjuran minum air putih sebanyak satu liter perhari atau sekitar 8 gelas harus dilakukan, untuk mencegah terjadinya dehidrasi yang berlebihan.

Sabtu, 05 November 2016

Mengapa Manusia Membutuhkan Pendidikan?


Mengapa manusia membutuhkan pendidikan? Jika merujuk pada definisi yang  dipahami, maka kebutuhan manusia akan pendidikan merupakan sebuah kebutuhan primer. Herbert Spencer, seperti dikutip dari Jumransyah, mengemukakan bahwa pendidikan adalah mempersiapkan manusia untuk hidup sempurna.
Kebutuhan manusia terhadap pendidikan merupakan kebutuhan asasi dalam rangka mempersiapkan setiap insan sampai pada suatu tingkat di mana mereka mampu menunjukkan kemandirian yang bertanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun terhadap lingkungannya. Dalam konteks ini, pendidikan melatih manusia untuk memiliki tingkat penyesuaian diri yang baik dalam berinteraksi dengan lingkungan (baik dengan sesama manusia maupun dengan lingkungan alam). Prof.John S.Brubacher, mengemukakan: bahwa pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses penyesuaian diri secara timbal balik dari seseorang dengan manusia lainnya dan dengan lingkungannya.
Dari ungkapan Brubacher tadi, jelas bahwa dengan adanya penyesuaian-penyesuaian tersebut akan membawa manusia kepada terbentuknya suatu kemampuan dan peningkatan kapasitas individual yang secara perlahan menunjukkan adanya perubahan-perubahan. Dalam konteks pendidikan, perubahan-perubahan tersebut merupakan proses yang terjadi pada potensi yang telah ada, untuk selanjutnya menjadi nyata, berkembang dan menjadi lebih baik.
Sejalan dengan pendapat di atas, M.J.Adler, mengemukakan bahwa pendidikan pada manusia bertujuan untuk melatih dan membiasakan manusia sehingga potensi, bakat dan kemampuannya menjadi lebih sempurna. Ini menggambarkan bahwa manusia membutuhkan pendidikan untuk menjadikan manusia lebih baik, lebih maju dan lebih sempurna.
Berbagai pendapat yang mengemukakan kebutuhan manusia akan pendidikan yang telah dikemukakan di atas, bermuara pada satu pandangan bahwa melalui pendidikan, manusia membuktikan diri sebagai makhluk yang paling sempurna, dari sebelumnya hanya memiliki potensi (yang belum memiliki arti apa-apa), tetapi dengan pendidikan mereka berkembang menjadi lebih sempurna dan terus menyempurnakan diri. Firman Allah dalam QS. An-Nahl: 78
Terjemahnya:
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.
Firman Allah Swt., di atas menggambarkan keadaan manusia yang belum tahu apa-apa (karena hanya memiliki potensi), tetapi dengan belajar dari mendengar, belajar dari mengalami, belajar dari apa yang mereka lihat, dan dengan menggunakan kekuatan akal, pikiran dan hati, manusia kemudian menjadi paham, mengerti dan memahami. Pendidikan menjadikan semua potensi manusia berkembang dengan baik.

Pelajar dan Ironi Perbudakan Nilai

Perbudakan nyatanya tak hanya dialami oleh orang-orang yang dipaksa secara fisik saja, tapi juga secara mental dan pikiran. Saat ini, saya melihat para pelajar layaknya budak dan sekolah sebagai pabrik—yang mungkin lebih pas disandingkan dengan kata buruh. Mengapa demikian?
Pertama, pelajar harus bekerja (belajar) mati-matian hanya demi nilai. Banyak yang lupa akan esensi menjadi seorang pelajar yang seharusnya belajar demi menambah wawasan, pengetahuan atau keterampilan, bukan sekedar formalitas atau demi angka di selembar kertas. Terlebih lagi sistem pembalajaran kita masih terfokus pada hapalan, bukan penerapan nyata.
          Kedua, efek dari begitu ‘giat’-nya para siswa untuk belajar pelajaran di sekolah memang bisa membuat siswa tersebut pintar dan mendapat nilai bagus. Pertanyaannya, pintar dalam bidang apa dan untuk apa? Sebatas mata pelajaran sekolah dan untuk nilai tersebut? Ironisnya, kebanyakan memang begitu. Saya mungkin tidak menyajikan data akurat, tetapi hal tersebut seperti sudah menjadi rahasia umum di sekitar kita.Demi hal tersebut, banyak di antara mereka yang menambah jam pelajarannya dengan mengikuti les atau bimbel. Apalagi ada yang mengejar nilai tinggi dengan cara-cara tidak benar, seperti mencontek dan memakai kunci jawaban. Menarik, ketika seorang teman saya berkata, “Belajar agar tidak remedial.” Jadi, apa makna belajar saat ini?
Selain itu, belajar terus-menerus hanya dalam konteks apa yang menjadi pelajaran di sekolah tidaklah mengembangkan bakat siswa secara menyeluruh dan tidak pula mengasah pemikiran mereka. Mungkin beberapa ada yang mengikuti ekstra atau les dalam bidang di luar pelajaran, tapi seberapa banyak dan seberapa serius? Atau sebanyak apa waktu luang yang bisa dimanfaatkan disela kesibukan belajar tersebut?
Ketiga, mengenai sekolah itu sendiri. Sekolah, yang semestinya menjadi tempat belajar, menambah ilmu, wawasan, dan mengarahkan setiap siswa menuju kebenaran saat ini telah menjadi suatu tempat dimana siswa dipaksa menaati ‘kebenaran’ itu sendiri, bukan diberi kebebasan memilih. Pikiran kolot di mana guru selalu benar dan siswa tak boleh membantah masih sering terjadi.
Dibatasinya pemikiran tersebut hanya akan menghasilkan pelajar dengan tipe serupa, produk yang sama. Sekolah telah serupa pabrik dengan siswa sebagai produknya dengan standar tertentu yang model yang tak jauh berbeda. Dan sialnya, kebanyakan dididik menjadi pekerja semata dengan doktrin cari kerja.
Keempat, pemaknaan sekolah sebagai pabrik juga bisa dinilang kembali ke paragraf dua dan tiga di mana murid serupa buruh yang mengolah suatu barang dengan bahan dasar mata pelajaran sekolah dan untuk menghasilkan upah (nilai). Jika buruh ditekan kapitalis, maka kita pun sama. Yang paling menyedihkan adalah saat kebanyakan pelajar tak sadar dengan penjajahan seperti ini. Ke mana kata merdeka?
Jadi, kalian apa masih mau terus diperbudak oleh nilai sedang kalian sendiri tidak menemukan manfaat lain dari belajar tersebut? Saya yakin, banyak di luar sana yang terus belajar di luar konseptual sekolah, yang tak tergerus pemikirannya dan mengikuti arus. Pertanyaan terakhir, ketika kecil kalian miliki cita-cita beragam, lalu apa cita-cita kalian saat ini relevan dengan kenyataan yang dihadapi dan kalian jalani?

Pendidikan Melahirkan Semua Profesi


Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan, pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang.
Dengan demikian pendidikan harus betul-betul diarahkan untuk menghasilkan manusia yang berkualitas dan mampu bersaing, di samping memiliki budi pekerti yang luhur dan moral yang baik.
Tujuan pendidikan yang kita harapkan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap, mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
Empat pilar pendidikan sekarang dan masa depan yang dicanangkan oleh UNESCO yang perlu dikembangkan oleh lembaga pendidikan formal, yaitu: (1) learning to Know (belajar untuk mengetahui), (2)learning to do (belajar untuk melakukan sesuatu) dalam hal ini kita dituntut untuk terampil dalam melakukan sesuatu, (3) learning to be (belajar untuk menjadi seseorang), dan (4) learning to live together (belajar untuk menjalani kehidupan bersama).
Christoper J. Lucas, yang menyatakan bahwa pendidikan menyimpan kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan keseluruhan aspek lingkungan hidup dan dapat memberi informasi yang paling berharga mengenai pasangan hidup masa depan di dunia serta membantu anak didik dalam mempersiapkan kebutuhan yang esensial untuk menghadapi perubahan.
Guru adalah salah satu unsur manusia dalam proses pendidikan. Dalam proses pendidikan di sekolah, guru memegang tugas ganda yaitu sebagai pengajar dan pendidik. Sebagai pengajar guru bertugas menuangkan sejumlah bahan pelajaran ke dalam otak anak didik, sedangkan sebagai pendidik guru bertugas membimbing dan membina anak didik agar menjadi manusia susila yang cakap, aktif, kreatif, dan mandiri.
Djamarah berpendapat bahwa baik mengajar maupun mendidik merupakan tugas dan tanggung jawab guru sebagai tenaga profesional agar menjadi manusia susila yang cakap, aktif, kreatif, dan mandiri. Djamarah berpendapat bahwa baik mengajar maupun mendidik merupakan tugas dan tanggung jawab guru sebagai tenaga profesional2. Pendidikan harus mampu mempersiapkan warga negara agar dapat berperan aktif dalam seluruh lapangan kehidupan, cerdas, aktif, kreatif, terampil, jujur, berdisiplin dan bermoral tinggi, demokratis, dan toleran dengan mengutamakan persatuan bangsa dan bukannya perpecahan. Tidak bosan-bosannya para pakar pendidikan berusaha meningkatkan mutu pendidikan sekolah, tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat mempunyai peranan yang cukup penting pula dalam masalah peningkatan mutu pendidikan.
Konsep manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah yang berorientasi pada peran serta masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan mulai dikembangkan di sekolah-sekolah seiring dengan berlakunya otonomi daerah yang menuju.
Kehidupan suatu bangsa juga ditentukan oleh tingkat pendidikanya. Suatu bangsa yang pendidikanya maju, tentu kehidupanya juga maju, demikian pula sebaliknya. Misalnya, Malaysia tingkat pendidikanya maju, tentu kehidupanya maju pula.
Bangsa Indonesia tingkat pendidikanya kurang maju, tentu kehidupanya juga kurang maju. Pendidikan dalam hal ini harus peka terhadap persoalan masa depan dan persoalan ketidak adilan sosial, maka diperlukan visi yang sesuai dengan formasi social agar pendidikan dapat diterjemahkan menurut realitas sosial.
Pendidikan merupakan suatu proses yang sangat kompleks dan berjangka panjang, di mana berbagai aspek yang tercakup dalam proses saling erat berkaitan satu sama lain dan bermuara pada terwujudnya manusia yang memiliki nilai hidup, pengetahuan hidup dan keterampilan hidup.
Prosesnya bersifat kompleks dikarenakan interaksi di antara berbagai aspek tersebut, seperti guru, bahan ajar, fasilitas, kondisi siswa, kondisi lingkungan, metode mengajar yang digunakan, tidak selamanya memiliki sifat dan bentuk yang konsisten yang dapat dikendalikan. Hal ini mengakibatkan penjelasan terhadap fenomena pendidikan bisa berbeda-beda baik karena waktu, tempat maupun subjek yang terlibat dalam proses.
Dalam proses pendidikan tersebut diatas, kurikulum menempati posisi yang menentukan. lbarat tubuh, kurikulum merupakan jantungnya pendidikan. Kurikulum merupakan seperangkat rancangan nilai, pengetahuan, dan keterampilan yang harus ditransfer kepada peserta didik dan bagaimana proses transfer tersebut harus dilaksanakan.
Proses-pendidikan adalah mempersiapkan manusia untuk dapat hidup layak di masa depan, suatu masa yang tidak mesti sama bahkan cenderung berbeda dengan masa kini. Berkaitan dengan kurikulum, dimensi jangka panjang ini memberikan pemahaman bahwa suatu kurikulum harus merupakan jembatan bagi peserta didik untuk dapat mengantarkan dari kehidupan masa kini ke kehidupan masa depan.
“Pendidikan merupakan senjata untuk merubah dunia
 Pendidikan yang sejati akan melahirkan harapan baru
 Pendidikan bukanlah persiapan untuk hidup, ia adalah hidup itu sendiri
 Pendidikan adalah kunci untuk membuka pintu emas kebebasan”

Disiplin Siswa di Sekolah

Image result for cara menerapkan karakter disiplin siswa disekolah

Dalam kehidupan sehari-hati sering kita dengar orang mengatakan bahwa si X adalah orang yang memiliki disiplin yang tinggi, sedangkan si Y orang yang kurang disiplin. Sebutan orang yang memiliki disiplin tinggi biasanya tertuju kepada orang yang selalu hadir tepat waktu, taat terhadap aturan, berperilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku, dan sejenisnya. Sebaliknya, sebutan orang yang kurang disiplin biasanya ditujukan kepada orang yang kurang atau tidak dapat mentaati peraturan dan ketentuan berlaku, baik yang bersumber dari masyarakat (konvensi-informal), pemerintah atau peraturan yang ditetapkan oleh suatu lembaga tertentu (organisasional-formal).
Seorang siswa dalam mengikuti kegiatan belajar di sekolah tidak akan lepas dari berbagai peraturan dan tata tertib yang diberlakukan di sekolahnya, dan setiap siswa dituntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan aturan dan tata tertib yang yang berlaku di sekolahnya. Kepatuhan dan ketaatan siswa terhadap berbagai aturan dan tata tertib yang yang berlaku di sekolahnya itu biasa disebut disiplin siswa. Sedangkan peraturan, tata tertib, dan berbagai ketentuan lainnya yang berupaya mengatur perilaku siswa disebut disiplin sekolah.
Disiplin sekolah adalah usaha sekolah untuk memelihara perilaku siswa agar tidak menyimpang dan dapat mendorong siswa untuk berperilaku sesuai dengan norma, peraturan dan tata tertib yang berlaku di sekolah. Menurut Wikipedia (1993) bahwa disiplin sekolah “refers to students complying with a code of behavior often known as the school rules”. Yang dimaksud dengan aturan sekolah (school rule) tersebut, seperti aturan tentang standar berpakaian (standards of clothing), ketepatan waktu, perilaku sosial dan etika belajar/kerja.
Pengertian disiplin sekolah kadangkala diterapkan pula untuk memberikan hukuman (sanksi) sebagai konsekuensi dari pelanggaran terhadap aturan, meski kadangkala menjadi kontroversi dalam menerapkan metode pendisiplinannya, sehingga terjebak dalam bentuk kesalahan perlakuan fisik (physical maltreatment) dan kesalahan perlakuan psikologis (psychological maltreatment), sebagaimana diungkapkan oleh Irwin A. Hyman dan Pamela A. Snockdalam bukunya “Dangerous School” (1999).
Berkenaan dengan tujuan disiplin sekolah, Maman Rachman (1999) mengemukakan bahwa tujuan disiplin sekolah adalah : (1) memberi dukungan bagi terciptanya perilaku yang tidak menyimpang, (2) mendorong siswa melakukan yang baik dan benar, (3) membantu siswa memahami dan menyesuaikan diri dengan tuntutan lingkungannya dan menjauhi melakukan hal-hal yang dilarang oleh sekolah, dan (4) siswa belajar hidup dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik dan bermanfaat baginya serta lingkungannya.
Sementara itu, dengan mengutip pemikiran Moles, Joan Gaustad (1992) mengemukakan: “School discipline has two main goals: (1) ensure the safety of staff and students, and (2) create an environment conducive to learning”. Sedangkan Wendy Schwartz (2001) menyebutkan bahwa “the goals of discipline, once the need for it is determined, should be to help students accept personal responsibility for their actions, understand why a behavior change is necessary, and commit themselves to change”. Hal senada dikemukakan oleh Wikipedia (1993) bahwa tujuan disiplin sekolah adalah untuk menciptakan keamanan dan lingkungan belajar yang nyamanterutama di kelas. Di dalam kelas, jika seorang guru tidak mampumenerapkan disiplin dengan baik maka siswa mungkin menjadi kurang termotivasi dan memperoleh penekanan tertentu, dan suasana belajar menjadi kurang kondusif untuk mencapai prestasi belajar siswa.
Keith Devis mengatakan, “Discipline is management action to enforce organization standarts”danoleh karena itu perlu dikembangkan disiplin preventif dan korektif. Disiplin preventif, yakni upaya menggerakkan siswa mengikutidan mematuhi peraturan yang berlaku. Dengan hal itu pula, siswa berdisiplin dan dapat memelihara dirinya terhadap peraturan yang ada. Disiplin korektif, yakni upaya mengarahkan siswa untuk tetap mematuhi peraturan. Bagi yang melanggar diberi sanksi untuk memberi pelajaran dan memperbaiki dirinya sehingga memelihara dan mengikuti aturan yang ada.
Membicarakan tentang disiplin sekolah tidak bisa dilepaskan dengan persoalan perilaku negatif siswa. Perilaku negatif yang terjadi di kalangan siswa remaja pada akhir-akhir ini tampaknya sudah sangat mengkhawarirkan, seperti: kehidupan sex bebas, keterlibatan dalam narkoba, gang motor dan berbagai tindakan yang menjurus ke arah kriminal lainnya, yang tidak hanya dapat merugikan diri sendiri, tetapi juga merugikan masyarakat umum. Di lingkungan internal sekolah pun pelanggaran terhadap berbagai aturan dan tata tertib sekolah masih sering ditemukan yang merentang dari pelanggaran tingkat ringan sampai dengan pelanggaran tingkat tinggi, seperti : kasus bolos, perkelahian, nyontek, pemalakan, pencurian dan bentuk-bentuk penyimpangan perilaku lainnya.